Berisik

Ruang untuk pembelajar yang senang berkolaborasi dan menghargai kesetaraan dengan berkarya

Dikelola Oleh

© 2016. BERISIK.ID | DIKELOLA OLEH
POWERED BY
Creative Commons License

Remaja Indonesialah yang menjadi pemilik syah Negeri ini, yang akan menjaga, yang akan meneliti gejala kebumian, hayati, dan sosial budayanya

Titi Bachtiar

Mengenali diri dan potensi diri dengan seksama sehingga dapat berkarya sesuai dengan hati nurani. Semangat dan pantang menyerah, belajar menjadi diri sendiri.

Sri Wahyaningsih

Kalau punya karya jangan menunggu terlalu lama untuk mempublikasikannya. Kalau kita terus menunda mempublikasikan karya kita dengan alasan belum bagus, tidak ada karya yang sempurna. Solusinya kita publikasikan dulu, nanti kita buat lagi karya yang lebih baik

Christabel Anora

Menyalahkan orang lain selalu terlihat seperti opsi yang paling mudah, tapi nyatanya itu nggak pernah ada hasilnya.

ROBBRS

Kampung Halaman percaya bahwa remaja adalah anggota penting yang menjadi kunci suksesnya proses regenerasi pengetahuan di komunitas

Kampung Halaman

Sejauh Jauhnya Jalan Pasti Sampai 

Bekinya, Suku Anak Dalam 2010

Bukan membenarkan kebiasaan, melainkan membiasakan yang benar

Faradila Totoy

KEMANDIRIAN ANAK DAN REMAJA BADUY DALAM

Kawan, pernahkah kalian berkunjung ke kelompok masyarakat Urang Kanekes atau yang lebih dikenal dengan Orang Baduy? Jika pernah, tentu kalian akan mudah merindukan kehidupan yang damai di sana. Terletak di Pegunungan Kendeng di Banten Selatan, mereka hidup berharmoni dan selaras dengan alam. Sungainya begitu jernih karena kita tak diperbolehkan mengotorinya dengan sabun, sampo, pasta gigi, dan bahan bersenyawa kimia lainnya. Hutan-hutan masih rapat terjaga. Rumah-rumah panggung yang terbuat dari bambu beratap rumbia tertata rapi. Tak ada listrik, tak ada alat elektronik, tak ada sekolah formal.

Urang Kanekes terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu tangtu, panamping, dan dangka. Urang Tangtu atau Orang Baduy Dalam adalah mereka yang masih memegang teguh pikukuh[1] dan adat istiadat yang diturunkan oleh nenek moyang mereka. Urang Tangtu tinggal di tiga kampung, yaitu Cikeusik, Cikertawana, dan Cibeo.

Send this to friend