Berisik

Ruang untuk pembelajar yang senang berkolaborasi dan menghargai kesetaraan dengan berkarya

Dikelola Oleh

© 2016. BERISIK.ID | DIKELOLA OLEH
POWERED BY
Creative Commons License

Blog Archives

Artwork oleh Ryan Kristianto dan Ali Ma’ruf

Jalan Remaja 1208 adalah program yang diprakarsai oleh Yayasan Kampung Halaman untuk menyuarakan sikap dan cara pandang komunitas remaja Indonesia tentang diri dan lingkungannya ke publik melalui media. Kegiatan ini merupakan refleksi remaja Indonesia di Hari Remaja Internasional (International Youth Day) yang diperingati pada setiap tanggal 12 Agustus (1208) di seluruh dunia.

Tema JR1208 Tahun 2017 : TERASING

Pada 22-23 April 2017, Yayasan Kampung Halaman (KH) menyelenggarakan acara bertajuk Rembuk Remaja (RR) se-Jawa. Kampung Halaman mencatat beberapa hal yang dialami oleh remaja, komunitas, dan lingkungan sekitarnya. Salah satunya ialah rendahnya kepedulian dari orang tua untuk mendukung aktivitas remaja di komunitas. Upaya dari remaja dan komunitas untuk menjelaskan nilai positif aktivitas mereka pun kerap tidak dihiraukan oleh orang tua. Selepas RR, temuan ini digali lebih jauh oleh kawan-kawan KH. Menyebarnya hoaks, fenomena stres di kalangan remaja, pesatnya penggunaan internet di kalangan remaja, tagar #Proud2BeDifferent, dan lain sebagainya, rupanya berkaitan dengan temuan RR. Kami pun menemukan benang merah dari semua ini, yaitu kata ‘terasing’. Akan tetapi, kata ‘terasing’ ini dalam kehidupan remaja masih perlu ditelusuri untuk melihat lebih jauh peranannya. Oleh karena itu, upaya ini penting untuk diawali dari bagaimana remaja memandang keterasingan tersebut dalam keseharian. Untuk itulah #Terasing kami angkat sebagai tema JR1208 tahun ini. Harapannya, para remaja bisa turut merefleksikannya serta mengambil sikap yang tepat terhadap ‘keterasingan’.

23 Mei 2017, harian KOMPAS mengangkat salah satu bentuk keterasingan dalam kolom “Sosok” yang mengulas profil Asa Firda Inayah (19 tahun) atau akrab disapa dengan Afi. Ia mencuri perhatian netizen karena tulisannya di sosial media. Tulisan Afi yang berjudul ”Warisan” di Facebook miliknya itu sudah dibagikan 66.538 kali, ditanggapi 20.701 komentar, dan mendapat 112.822 reaksi. Akun Afi dilaporkan oleh sejumlah orang yang tidak suka dengan pemikirannya sehingga akunnya pun sempat ditutup sementara oleh Facebook. https://kompas.id/baca/sosok/2017/05/23/pesan-damai-untuk-negeri/

Menilik dari contoh di atas, bagaimana sih sebenarnya kasus Afi ini bisa mengandung ‘keterasingan’? Berikut salah satu sudut pandang dalam mengenali ‘keterasingan’ yang ada pada contoh kasus Afi.

Lewat tulisannya, Afi mengajak pembacanya untuk sama-sama berpikir. Ia sadar, tidak semuanya memiliki pendapat yang sama dengannya dan menganggap dirinya melawan arus. Hal yang dilakukan Afi menjadikan dirinya ‘terasing’ dari pemikiran yang sudah mapan di masyarakat. Ia pun tak peduli dengan stigma orang-orang tua yang kerap tak mengacuhkan pendapat mereka yang lebih muda, khususnya pada remaja sepertinya. Hal berharga yang dimiliki oleh Afi adalah berani menunjukkan pendapatnya dan tampil di depan orang banyak. Pun sah-sah saja bila pendapat yang ingin disampaikan cenderung berbeda dari pendapat orang kebanyakan. Jadi jangan takut menunjukkan pendapatmu bila itu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Jalan Remaja 1208 mengajak komunitas/organisasi/kelompok dengan visi dan misi yang sama untuk berpartisipasi melalui tiga aktivitas, yaitu:

  1. Sahabat Produksi Video Diary : Diterima 12 Video Diary dari 11 Komunitas dari wilayah Cilacap, Garut, Tasikmalaya, Jombang, Grobongan, Surabaya, Jepara, Wakatobi, Salatiga dan Palu.
  2. Bioskop Remaja : Terdaftar 20 titik pemutaran di berbagai wilayah yaitu Bengkulu, Wakatobi, Palu, Bangai, Grobongan, Cilacap, Tasikmalaya, Surabaya, Jepara, Makassar, Jombang,  Balikpapan, Salatiga, Klaten, Garut, Bali dan Yogyakarta.
  3. Opini Remaja : Terdapat 15 Opini Remaja yang masuk .

Bioskop Remaja di YOGYAKARTA

Hari : Sabtu
Tanggal : 12 Agustus 2017
Tempat : Kampung Karangwaru komunitas Riverside, Kota Jogja
Waktu : 11.00 – selesai

Dalam Bioskop Remaja kami akan menghadirkan kolaborator dalam setiap sesi.

Workshop Cukil dan Batik oleh Siswa Sekolah Menenggah Seni Rupa dan Remaja komunitas Sangkanparan, Cilacap.
Nongkrong bersama Agus Mulyadi (Penulis dan Redaktur Mojok.co)
Lapak  Kreatif oleh Warga Kampung Karangwaru, Lemonade, Juragan Kecil, Pramesti Emping, dan Cimolly Premier Craft.
Pengisi acara oleh Angklung Komunitas Riverside Karangwaru, Summerchild, Umar Haen, dan Voice of Citiezen
Pembawa acara oleh Ichi Dhilaga dan Fata,

Berikut adalah susunan acara Jalan Remaja 1208 #terasing

Artwork oleh Ryan Kristianto dan Ali Ma’ruf

Blog Archives

Pengalaman bangsa Indonesia dengan sejarahnya telah menunjukkan bahwa sejarah tidak pernah lepas dari kepentingan kekuasaan. Hal itu juga berlaku dalam penyusunan sejarah seni rupa. Membicarakan sejarah berarti sambil mempertanyakan versi. Dari situlah, kerja pengarsipan menemukan urgensinya. Dan Indonesian Visual Art Archive (IVAA) sebagai lembaga yang sudah bergerak selama 22 tahun di bidang pengarsipan seni rupa merasa perlu untuk memantik kegairahan publik terhadap kerja pengarsipan.

Untuk memancing kegairahan publik pada kerja pengarsipan ini, IVAA menggagas Festival Arsip (Fest!Sip) IVAA. Sebuah acara perayaan kehidupan atas budaya arsip yang selama ini hidup di antara kita, dalam berbagai lini dan skala. Fest!Sip mengajak publik untuk melihat dan berkaca kembali pada sejarahnya, terutama sejarah seni visual di Indonesia dan kaitannya dengan dinamika zaman yang terus-menerus bergerak. Format festival sendiri dipilih untuk memaksimalkan daya dalam memantik gairah publik. Upaya yang kemudian diwujudkan menjadi salah satu kegiatan Festival Arsip adalah Lokakarya Penulisan dan Pengarsipan Seni Rupa. Melalui kegiatan tersebut IVAA ingin menjadikan Fest!Sip sebagai ruang belajar dengan membuka kesempatan bagi para generasi muda, untuk menjadi bagian dari tim kerja Fest!Sip, yang dalam prosesnya menuntut kerja penelitian, penulisan dan pengorganisasian.

Lokakarya digelar sejak bulan Mei-Juni 2017 di rumah IVAA. Peserta diberi materi-materi seperti sejarah seni rupa Indonesia, dinamika praktik pengarsipan seni budaya di Indonesia, digital humanities, serta metodologi penelitian dan pengarsipan seni. Tujuan dari lokakarya sendiri yaitu mengajak para peserta belajar melakukan eksplorasi, analisis, dan penelitian di bidang seni budaya dengan menggunakan arsip.

Proses pembelajaran peserta selama 2 bulan menghasilkan 11 esai yang kemudian dikemas dalam satu buku berjudul “Jejak: Seni dan Pernak Pernik Dunia Nyata”. Peserta yang terpilih berangkat dari profesi dan latar belakang pendidikan yang bervariasi. Sehingga ide serta gagasan yang mereka miliki terkait seni rupa menghasilkan esai dengan beragam tema, yaitu:

  • Analisis Kerja Kreatif Zaenal Arifin dalam Lukisan “Realis Surealis” (Evan Sapentri)
  • Kinetik Seni, Teknologi, dan Mekanik (Rio Raharjo)
  • MATA Ullen Sentalu, Ruang dalam Sebuah Poros (Annisa Rachmatika Sari)
  • Medan Seni Kartunis, Pakyo! (Muhammad Irvan)
  • Menyoal Sensor Film, di Antara Swasensor dan Teror (Hardiwan Prayogo)
  • Menyimak Praktik Ruang Seni Alternatif di Manado (David Ganap)
  • Pertumbuhan dan Pergeseran Praktik Residensi di Jogja (Arga Aditya)
  • Reproduksi Identitas Komunitas Seni Sakato Sebagai Kelompok Seniman Berbasis Etnis di Yogyakarta (Alwan Brilian Dewanta)
  • Sudjojono dan Internasionalisme (Aam Endah Handoko)
  • Seni Instalasi: Pernak-Pernik Dunia Nyata (Sadida Inani)
  • Seni yang Memunggungi Orang Miskin (Isma Swastiningrum)

Menariknya, ide dan gagasan ini sangat dekat dengan kehidupan masing-masing individu, dan secara tidak langsung menunjukkan subjektifitas dunia nyata dalam perspektif mereka. Sumber arsip yang dipakai pun bermacam-macam. Tak hanya dari buku dan wawancara, tetapi juga katalog pameran, kliping seni, dan web online tentang seni yang belum banyak dimanfaatkan.

Bertempat di Rumah IVAA pada hari Jumat, 11 Agustus 2017, launching dan bedah buku JEJAK: Seni dan Pernak Pernik Dunia Nyata mengundang dua pembicara. Yakni, Fairuzul Mumtaz yang bertindak sebagai editor buku sekaligus mentor yang membimbing peserta dalam penulisan. Kemudian Sita Magfira selaku kurator dan aktivis kesenian yang bergiat di Ketjil Bergerak dan Lifepatch. Keduanya akan berbagi pengalamannya membaca buku “Jejak: Seni dan Pernak Pernik Dunia Nyata” baik sebagai individu yang terlibat atau pun tidak terlibat proses Lokakarya. Harapannya, launching yang disertai bedah buku ini membuka ruang untuk kita berbagi dan bersama-sama melihat kembali praktik pembacaan kita melalui arsip. Seperti halnya pengalaman Kepala Sekolah Lokakarya Lisistrata yang kemudian dituliskan ke dalam pengantar buku tersebut “Keseluruhan esai yang berhasil disusun, menampilkan tiga pembacaan. Yaitu membaca zaman, membaca karya, dan membaca personal (seniman).”

Penyelenggara:
Festival Arsip “Kuasa Ingatan” IVAA
Lokasi:
rumahIVAA
Jl. Ireda, Gg. Hiperkes, Dipowinatan MG 1/188A-B Keparakan, Yogyakarta 55152

Blog Archives

Selamat Pagi Vol. 14 memilih tema “Merakit” yang dimaknai sebagai aktivitas menyusun kembali beragam aktivitas di dalam Selamat Pagi yang sudah beberapa waktu terlewatkan. Harapannya dengan tema merakit ini, Selamat Pagi kembali menjadi ruang kolaborasi anak muda untuk menghadirkan kemandirian dalam berkarya.

Aktivitas Selamat Pagi Vol. 14:
1. Panggung Tepi Sungai
2. Ruang Riang
3. Lapak Kreatif
4. Ruang Karya
5. Studio Kelanduan

Pada Juli lalu, kami melakukan FGD (Forum Group Discussion) bersama para kolaborator Selamat Pagi. Dari hasil FGD tersebut, kami melihat proses kolaborasi menjadi aktivitas yang tidak bisa dihilangkan dalam rangkaian penyelenggaraan Selamat Pagi. Proses kolaborasi tersebut bukan hanya saat kegiatan Selamat Pagi berlangsung, melainkan kolaborator juga terlibat dalam tahap perencanaan hingga evaluasi. Kegiatan kali ini mengajak remaja yang selama ini belum pernah terlibat di dalam proses Selamat Pagi sebelumnya.

Diselenggarakan pada:
Hari       :   Minggu, 30 Juli 2017
Pukul     :   08.00 s.d. selesai
Tempat  :   Yayasan Kampung Halaman (Dusun Krapyak No. 05, RT 05 RW 55, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta)

Aktivitas Selamat Pagi Vol. 14:

1. Panggung Tepi Sungai
Rain Maker (SMAN 1 Ngaglik)
Secarik Kertas Buram (SMAN 1 Ngaglik)
Jono Terbakar
Kasino Brothers

2. Ruang Riang
Tema               : “Menjaring Bulan”
Pendamping  : Dian Ibrahim  dan Rizka Amalia
Peserta            : Siswa-siswi SDN Krapyak 1, Sleman, D.I Yogyakarta

3. Lapak Kreatif
Piskue
Cilok Bocil
Trio Tjelup
Trio Tjelup #1
Juragan Kecil
Bu Ning RW
Bu Nana
Bu Gianti
Jhonny Blanc
Lemonade
Ndomblong
Pecel Blora
Es Teh Mint Sere

4. Ruang Karya
Cecilia Elma (Sekolah Menengah Seni Rupa)
Norman Aprilio Soraya

5. Studio Kelanduan
Karya Instalasi
Norman Aprilio Soraya
Akbara Muhammad Ronan

6. MC
Ichi Dilaga x Siti Fata Nurhaliza

Artwork
Alif yuniantoro dan Rjan Kristianto

Narahubung
(Novan: 085702449148)

Blog Archives

#Musrary #5
Bersama JONO TERBAKAR
28 JULI 2017
di RumahIVAA

Jono Terbakar, dengan nama yang unik berdiri dari tahun 2013, mengilustrasikan kelompoknya sebagai duo akustik happy-mental, beranggotakan Nihan Lanisy (gitar, vokal) dan M. N. Hidayat (marakas, vokal). Mereka unik tidak hanya nama tetapi secara musikalitas, dan lirik-lirik yang sangat dekat dengan kita dan tidak bisa ketebak. Jonoterbakar awal karinya juga punya karya unik dengan rekaman lewat smartphone dan merajain ajak musikal di salah satu radio ternama di Yogyakarta. Panggung/gigs sudah pernah mereka ikuti di Yogyakarta dan Indonesia.

Tahun ini pun mereka melaunching album EP dengan nama Ziarah dan sedang melakukan berbagai Tour di Indonesia. IVAA sendiri mendapat kehormatan untuk mempresentasikan karya-karya terbaru mereka dan tentunya karya lampau.

Berikut Diskografi Jonoterbakar:
Sugeng Kunduran (EP, 2013)
Dunyakhirat (LP, 2015, Lab Jono Terbakar)
Ziarah (EP, 2017, Jalan Mataram Records)
Pesantren Kilat (EP, 2017, Jalan Mataram Records)

Tentang Musrary: Program rintisan tahun 2017 untuk mewadahi pertemuan pengiat musisi, setiap event akan menampilkan satu musisi baik group atau solois untuk menampilkan komposisinya selama satu jam. Acara ini menempati ruang perpustakaan dan ambitheater IVAA dan mendorong untuk merespon ruangan beserta isinya. Dalam penutupan acara akan ada bincang dan tanya jawab untuk mengetahui banyak hal tentang musisi yang terlibat.

Kontak Home
Jono Terbakar
Akustik Happy-Mental #jonoterbakar 📱+62-85643722090 (Galih-WA Only) 📧 [email protected] Official Lyric Video-Lagu Cinta 2017

IVAA
Gang Hiperkes 188 A-B Jalan Ireda, Dipowinatan Keparakan, Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55152, Indonesia
Kontak Dwi Rahmanto
program ivaa-online.org

Blog Archives

Pada tanggal 21 Juli 2017 besok, kolektif musik lokal yang berasal dari Yogyakarta Terpaksa Disko akan menyelenggarakan acara yang bertajuk “Terpaksa Disko Skenario #1” di Taphouse Beer Garden, Yogyakarta.

Didasari oleh kegelisahan teman-teman kolektif ini mengenai kondisi dan atmosfer musik secara umum; yang mana pada dewasa ini acara musik, gig, atau event besar selalu menyisipkan musik electronic. Terkhusus, sudah jarang juga acara musik yang benar-benar menggunakan konsep murni band-band-an, karena musisi banyak yang beralih ke genre electronic atau memasukkan unsur electronic di dalamnya.

Muncul penamaan “Terpaksa Disko” karena yang terjadi di era ini, dalam keadaan sengaja atau dengan tidak sengaja setiap pasang telinga akan mengikuti alur musik electronic ini karena entah mengikuti perkembangan tren walaupun harus bertarung dengan idealismenya masing-masing agar tidak termakan zaman.  Akhirnya beberapa pemusik pun pindah ke genre ini atau memasukkan unsur electronic di dalam karyanya.

Acara ini akan mengusung musik dengan aliran techno dan techno-house dengan beberapa talent yang memang memiliki latar belakang diluar musik electronic, namun punya karya di bidangnya masing-masing. Beberapa diantaranya adalah Bowl (Yogyakarta), Senoda (jam Malam-Malang), Rio Faradino & Danwisgra (FSTVLST-Yogyakarta), Noor (Energy Room-Yogyakarta), dan yang terakhir adalah Bosborot (Keepkeep Musik & Rock N Roll Mafia-Bandung).

Diharapkan dengan dihelatnya acara “Terpaksa Disko” ini dapat menjadi sarana berkumpul dan guyub rukun setiap musisi dengan bidang serta latar belakang yang berbeda-beda. Semoga dapat tersalurkan bahwa setiap musik yang ada mempunyai satu bahasa yang sama serta tidak bersekat.

Blog Archives

“Surga yang Jatuh ke Bumi”

Sebaris kutipan puisi yang bertajuk Naples dari Italia ini mengingatkan Charles Walter Kinloch, seorang penulis dari Inggris, pada tahun 1852, yang terpana akan keelokan alam Sumedang.
Hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan yang di antaranya adalah kopi, teh, sutra, dan palawija, menjadi harta incaran di mata para penjajah pada zaman kolonial. Keeksotisan bentang alamnya pun begitu memikat, sehingga Sumedang pernah mendapat julukan sebagai “Italia dari Timur”.
Total luas lahan di Sumedang pada tahun 2015 mencapai sekitar 52,8% pada lahan pertanian dan 21,77% pada lahan persawahan. Potensi kekayaan alam kita ini seolah terlupakan karena terkikis arus globalisasi yang semakin mendesak. Padahal dari rekam jejak sejarah juga membuktikan bahwa Sumedang memiliki ruang lingkup agraria yang begitu melimpah.
Sambil menunggu waktu berbuka puasa, mari eratkan tali persaudaraan, berbagi pengetahuan dan inspirasi agar kita lebih mengenal tanah air kita sendiri, Sumedang Het Paradijs van Java.
Bersila Volume 2. Realita Pemuda dan Agraria Tanah Sumedang. Hari Minggu, 18 Juni 2018. Mulai dari jam 15:30 s/d 18:00. Rumah Kayu, Gunung Puyuh Sumedang.

Pendaftaran; Ashshof (08122353775)
Informasi Acara; Adillah (085221588602)
More info; @bersiladirumahkayu

Blog Archives

Yogyakarta—Isu-isu perempuan sudah acap kali disinggung dalam berbagai pertunjukan teater. Namun kehadiran perempuan sebagai subjek, sampai saat ini, masih terus menemukan jalan terjal. Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa sosok perempuan di Indonesia masih menuai banyak masalah pada tataran sosial. Apalagi berbicara hak dan kebenaran,  itu tugas laki-laki yang menyuarakan. Ketimpangan yang belum juga selesai ini diharapkan dapat segera mendapat solusi dalam kesempatan study pentas ke XXI Teater Eska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta..

Teater Eska sebagai wadah kesenian bernafaskan Islam bermaksud melaksanakan tahap lanjut untuk anggota baru setelah dilangsungkannya workshop. Proses study pentas telah berlangsung sejak awal bulan April, dan proses kali pertama bagi anggota baru merupakan  tahap meningkatkan daya kreativitas dan juga memahami isu kontekstual yang terdapat pada naskah yang akan disajikan. Study Pentas ke XXI akan mempersembahkan dua naskah berjudul (1) Titik-titik Hitam yang menceritakan sebuah dosa seorang Hartati, Istri Adang yang selalu ditinggalkan dan  melepaskan segala nafsunya kepada Trisno adik Adang. (2) Maut dan Sang Perawan menceritakan perempuan bernama Paulina, mantan aktivis komunis yang menjadi korban penyiksaan dan pemerkosaan aparat militer. Sisa trauma Paulina masih membekas setelah 15 tahun kejadian.

Dua naskah di atas akan dipentaskan pada tanggal: 14 Juni 2017 (Maut dan Sang Perawan) dan 15 Juni 2017 (Titik-Titik Hitam) di Gelanggang Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pukul 19:30 WIB dengan harga tiket 10.000 Pre-Sale dan 15..000 On The Spot  (dua pementasan). Segala informasi lanjut dan pemesanan tiket pementasan dapat dilihat melalui akun instagram @teater.eska dan twitter @ESKAteater atau hubungi nomor 0896-2222-3946 (Wahyu Mukti Asri)

Blog Archives

Musrary: Program rintisan tahun 2017 untuk mewadahi pertemuan pengiat musisi.  Setiap event akan menampilkan satu musisi baik group atau solois untuk menampilkan komposisinya selama satu jam. Acara ini menempati ruang perpustakaan dan ambitheater IVAA dan mendorong untuk merespon ruangan beserta isinya. Dalam penutupan acara akan ada bincang dan tanya jawab untuk mengetahui banyak hal tentang musisi yang terlibat.

Kota dan ingatan adalah Indradi Yogatama (Gitar), Maliq Adam (Gitar), Addie Setyawan (Bass), Alfin Satriani (Drum), Aditya Prasanda (Teks). Mereka membentuknya pada tahun 2016, setelah berteman selama 7 Tahun dan saling support untuk berbagai project saat mereka berstatus sebagai mahasiswa Pertunjukan. Diawali Addi Setyawan dan Maliq Adam pernah terlibat di project musik yang sama, di saat yang bersamaan Addi Setyawan dan Indradi Yogatama juga pernah membantu project musik Aditya Prasanda, pun sebaliknya dan kemudian Alfin Satriani melengkapinya sebagai drummer mereka.

Nama Kota dan Ingatan hadir dalam proses pengerjaan aransemen tiga teks, sampai ada judul lagu “Alur” dan nama kolektif ini diambil dari lirik dalam lagu tersebut. Musik sendiri bagi mereka adalah bagian dari banyak hal yang mereka rangkum, seperti pertemuan dengan banyak komunitas dan menciptakan komunitas sendiri, memberikan rambu-rambu atas fenomena sosial yang sedang terjadi, mereka juga menggiatkan sebuah Blog dan banyak sosial media sekaligus digunakan untuk mendistribusikan ide-ide kreatif mereka. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Kota dan Ingatan, bisa langsung ke sini.

Konser ini nantinya akan digelar di Indonesian Visual Art Archive Yogyakarta pada hari Kamis, hari Jumat, 16 Juni 2017 mulai pukul 18.30 WIB (Takjil tersedia untuk yang datang lebih awal).

 

Narahubung: Dwi Rahmanto (081904151776)

Blog Archives

Yogyakarta 17 Mei 2017 – Setelah menjalankan konser perdananya di concert hall Taman Budaya Yogyakarta, kali ini Riki Putra akan menjalankan konser keduanya di gedung PKKH UGM dengan tajuk ‘Gamelan Rules, Unplugged’. Konser ini nantinya akan digelar di Gedung PKKH UGM Yogyakarta pada hari Kamis, 25 Mei 2017 mulai pukul 18.00 WIB.

Berbeda dengan konsep konser sebelumnya yang menggunak Orkestra dan Gamelan yang terdiri dari 52 orang musisi, konser ‘Unplugged’ kali ini hanya akan melibatkan 14  orang musisi dengan konsep akustik. Konsep yang di usung kali ini digelar untuk mendukung sebagian lagu Riki Putra yang membutuhkan atmosfir yang tenang.

Riki Putra menulis lagu-lagunya secara cukup unik. Tiap lagu di buat dengan tujuan tertentu dan memiliki filosofi tersendiri. Lagu “Sewo”’ contohnya, ditulis sebagai pengingat. Pengingat tentang keadaan dimana kita tidak seharusnya menyerah walau segala usaha kita tidak ada yang berbuah. Lagu “Here it comes” pun mempunyai makna ganda, dengan inti cerita tentang suatu keadaan buruk yang akhirnya terjadi setelah sekian lama di takutkan akan datang.

Yang menarik dari komposisi musik Riki Putra mempunyai influence gamelan. Riki Putra mengakui Gamelan telah memberi banyak inspirasi. “Gamelan itu mistis, secara suasana dan secara bunyi. Musik itu terprediksi, tiap kali saya  mendengar music , semuanya sudah tertebak. Pattern yang akan di mainkan, posibilitas harmoni, pola rhytm dan lain lain. Tapi gamelan tidak.tidak pernah begitu jelas apa yang terjadi walau saya tahu persis secara tekhnis apa yang mereka mainkan. Selalu ada hal yang tak terjelaskan. Dan itu menarik, itu tidak tertebak,” jelas Riki.

Riki ingat awal ketertarikannya terhadap gamelan justru bukan dari Indonesia dan dari orang Indonesia. “Waktu lagi kelas teori musik di sekolah music di LA. Teman-teman  di kelas pada cerita kalau aku orang Indonesia. Terus guruku bertanya  apa benar aku orang Indonesia, terus dia main gamelan pelog pakai piano. Dia cerita dia belajar gamelan waktu bachelor di UCLA. Mirisnya lagi dia orang Amerika keturunan Belanda. Semenjak momen itu aku bertekad bahwa akan berkaya besar dengan gamelan. Dan dengan tekad dan usaha hal tersebut kini  benar-benar terjadi,” terangnya.

Sebagai usaha mengenalkan gamelan, Riki menerangkan ia menggunakan  instrument dan genre modern sebagai ‘jembatan’ untuk memperkenalkan gamelan ke masyarakat saat ini. Dengan cara ini maka gamelan akan lebih mudah di terima bagi kaum awam sebelum mereka belajar mendalami gamelan lebih dalam.

 

 

 

 

 

Blog Archives

“ku ungkit choke agar deras cair bakarku, hentak tegas daya maksimum kan pedalku”

Sepenggal Lirik awal dari lagu “Horse Power 13″ karya Band ugal-ugalan dari Yogyakarta yaitu
TIGER PAW, Band yang terbentuk di akhir tahun 2016 ini tidak pernah berdiam diri dalam
memperkenalkan diri mereka kepada masyarakat, setelah di bulan Maret mereka melakukan
launching mini album mereka yang berjudul Horse Power 13. Pada bulan Mei ini TIGER PAW
melakukan sebuah gebrakan lagi dengan meluncurkan sebuah video clip dari salah satu lagu dari
EP mereka yang berjudul “Horse Power 13″ dengan di bantu oleh salah satu band promotor dari
Yogyakarta yaitu HATERSCARES Music.
Horse Power 13 diangkat menjadi sebuah video clip karena selain lagu ini menjadi salah satu
tombak karya dari TIGER PAW, Horse Power 13 juga menjadi salah satu perwakilan ego dari sang
vocalist akan kecintaan nya terhadap motor custom dan kebetulan salah satu fenomena yang
sedang naik di Yogyakarta adalah banyaknya anak muda yang menggandrungi motor custom,
Horse Power 13 diharapkan menjadi salah satu lagu yang mewakili para pecinta motor custom
baik di Yogyakarta maupun di tanah air.
Peluncuran video clip ini akan di lakukan di TONK cafe pada 23 Mei 2017, turut memeriahkan juga
terdapat penampil lain The Plumps (hard rock), Renascent of Scavenger (metal), Hell Driver Club
(punk rock), dan Sabbra Cadabbra (metal) dalam pesta peluncuran video clip ini.
Video ini berisi tentang kelakuan konyol sang vocalist berjalan-jalan di pedestrian Malioboro
dengan full make up layaknya personil band glam rock pada tahun 80an dan masih dengan ciri
khas yaitu memakai sempak di luar! ditengah-tengah keramaian para pengunjung malioboro,
terdapat riding motor yang dilakukan di daerah imogiri dan gunung kidul untuk semakin
mempresentasikan materi lagu, serta band perform oleh TIGER PAW yang di ambil di basecamp
Ruang Gulma di daerah Kasihan Bantul.
Video Clip ini menjadi sebuah senjata baru TIGER PAW untuk melebarkan sayapnya di ranah
musik tanah air dan menjadi salah satu bukti eksistensi TIGER PAW dalam berkarya, di tanggal
yang sama yaitu 23 Mei 2017 Video Clip Horse Power 13 akan di unggah di akun media sosial
mereka dan Youtube untuk bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Send this to friend