Berisik

Ruang untuk pembelajar yang senang berkolaborasi dan menghargai kesetaraan dengan berkarya

Dikelola Oleh

© 2016. BERISIK.ID | DIKELOLA OLEH
POWERED BY
Creative Commons License

BUKAN DENGAN PENGASINGAN

Tulisan ini tentang pengasingan yang dilakukan terhadap orang yang terkena HIV/AIDS. Penyakit HIV/AIDS adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Penyakit ini menular jika ada pertukaran cairan tubuh dan tidak akan menular melalui kontak sosial seperti menggunakan toilet bersama serta menggunakan peralatan makan dan minum bersama. Akan tetapi, kebanyakan orang memilh untuk menghindari penderita HIV/AIDS dengan alasan takut tertular. Padahal banyak masalah yang harus dihadapi penderita HIV/AIDS, seperti masalah kesehatan, masalah sosial, dan masalah psikologis. Oleh karena itu, penderita HIV/AIDS seharusnya mendapatkan dukungan dan bimbingan agar mereka mempunyai semangat hidup. Akan tetapi, pada kenyataannya masyarakat masih menganggap penderita HIV/AIDS seperti musuh yang harus dihindari, dijauhi, dan diasingkan. Seperti yang terjadi pada salah satu penderita HIV/AIDS yang berinisial MA dan berusia 44 tahun. MA menderita HIV/AIDS sejak 2014, dan sejak itulah kehidupannya berubah bagaikan malam tanpa sinar bulan dan bintang. Kehidupannya menjadi kelam. Setelah keluarga dan masyarakat sekitar mengetahui jika MA menderita HIV/AIDS, mereka menginginkan kalau MA harus diasingkan karena mereka takut tertular. Dengan sangat terpaksa, MA harus diasingkan ke tempat yang jauh dari keluarga dan masyarakat. Di saat MA seharusnya mendapatkan banyak dukungan dan semangat, khususnya dari keluarga, ia malah harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya harus hidup dengan status penderita HIV/AIDS yang harus dijalaninya seorang diri. Dari kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat keegoisan masyarakat masih tinggi. Sebenarnya pengasingan bukan merupakan jalan keluar untuk mencegah penularan HIV/AIDS karena pengasingan hanya akan menambah beban hidup penderita HIV/AIDS. Di saat penderita HIV/AIDS harus menghadapi gangguan psikologis dan tekanan dari masyarakat, mereka masih harus menghadapi pengasingan yang semakin menambah berat beban hidupnya. Untuk mencegah penularan HIV/AIDS tidak harus dengan pengasingan. Masih banyak cara yang lebih baik yang bisa dilakukan, seperti menghindari kontak darah dengan penderita HIV/AIDS, bersikap waspada pada jarum suntik, alat bedah, dan menghindari seks bebas. Jadi, banyak cara yang lebih baik dilakukan tanpa harus melakukan pengasingan terhadap penderita HIV/AIDS, karena dengan melakukan pengasingan hanya akan menambah beban hidup penderita HIV/AIDS yang sebenarnya sangat membutuhkan semangat dan dukungan untuk sembuh.

Penulis
Nama    : Novia Istrianingsih
Sekolah : SMK N 1 Kebumen
Alamat  : Selotumpeng, Mirit, Kebumen

X

Send this to friend